TIPS BELAJAR SINEMATOGRAFI DITENGAH PANDEMI COVID – 19
TIPS
BELAJAR SINEMATOGRAFI DITENGAH PANDEMI COVID – 19
Ada beberapa tips dalam belajar
Sinematografi di tengah pandemi covid - 19 :
1. Perlu
diingatkan bahwa belajar sinematografi tidak perlu guru secara tatap muka,
cukup dengan mencari materi atau pembelajaran di internet maupun youtube.
2. Harus
mempunyai komitmen dan berusaha mencariketertarikan dalam mempelajari sinematografi.
3. Belajar
menyukai sinematografi, karena tentunya ada rasa bosan ditengah – tengah belajar
sinematografi ini.
4. Manfaatkan
teknologi yang anda punyai sekarang ini, tidak harus mempunyai kamera DSLR,
kamera handphone pun sudah cukup.
Dengan adanya
penempatan sinematografi di dunia multimedia sekarang ini, menyebabkan banyak
orang mempelajari sinematografi. Mulai dari remaja sampai orang dewasa.
Banyak orang
mempelajari sinematografi dengan cara menggabungkan Komposisi dan Sinematografi
dalam pembuatan film.
Komposisi dan Sinematografi
juga banyak kita temui dalam pembuatan video youtube.
Sinematografi.
Sinematografi merupakan
kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin
kinema 'gambar'.
Sinematografi
sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik
menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi
rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide). Pengambilan gambar 7 merupakan
tahapan yang sangat penting didalam proses produksi sebuah videoklip. Gambar
yang diambil harus mampu menyampaikan gagasan dari alur cerita, dengan kata
lain gambar harus mampu berbicara kepada khalayak/penonton. Oleh karena itu
pengambilan gambar yang baik sangat ditekankan pada proses ini. Jadi teknik
sinematografi adalah cara/metode yang digunakan untuk mengambil gambar agar
penonton mudah untuk menangkap makna/pesan yang ingin disampaikan melalui
sebuah gambar. Kita seharusnya bisa selalu menampilkan gambar yang menarik,
mempunyai arti atau dengan kata lain, gambar kita harus mampu berbicara” (think
that every picture as statement)”.
Sedangkan Komposisi
yang baik dalam sinematografi dapat memperkuat cara pikiran mengatur informasi.
Komposisi dan sinematografi memilih dan menekankan beberapa elemen seperti
ukuran, bentuk, urutan, dominasi, hierarki, pola, resonansi, dan
ketidaksesuaian dengan cara memberi makna pada hal-hal yang difoto. Terdapat
beberapa aturan dasar teknik komposisi yang dapat diterapkan dalam
sinematografi dan memberikan dampak
besar dalam proses pembuatan film.
Ada 15 teknik
komposisi sinematografi, yaitu sebagai berikut :
1. Rule
of Thirds
Komposisi dalam
sinematografi yang pertama adalah rule of thirds. Yang dimaksud
dengan rule of thirds adalah teknik komposisi yang membagi frame ke
dalam 3×3 bagian atau 9 kotak.
Aturan ini
mengusulkan bahwa titik awal perkiraan yang berguna untuk setiap pengelompokkan
komposisi adalah menempatkan point of interest utama di tempat
kejadian pada salah satu dari empat persimpangan garis interior. Aturan
komposisi ini merupakan atuan sederhana yang efektif untuk komposisi frame apapun.
Aturan komposisi ini juga telah digunakan oleh seniman selama berabad-abad.
2. Headroom
Headroom atau head
room adalah salah satu konsep komposisi estetika yang membahas posisi
vertikal relatif subyek di dalam frame gambar. Headroom sejatinya
mengacu pada jarak antara bagian atas kepala subyek dan bagian atas frame.
Namun, istilah ini terkadang digunakan sebagai pengganti lead room, nose
room, atau look room. Jumlah headroom yang secara estetika
dianggap menyenangkan adalah kuantitas yang dinamis, yang berubah secara
relatif terhadap seberapa banyak frame yang diisi oleh subyek.
3. Noseroom atau Lookroom
Noseroom atau lookroom atau looking
room adalah salah satu konsep komposisi yang cenderung menempatkan aktor
di tangah-tengah frame gambar. Noseroom atau lookroom adalah
ruang antara subyek dan tepi layar. Jika sebuah karakter diputar ke samping,
seolah-olah pandangannya memiliki bobot visual tertentu. Hasilnya, kita jarang
memposisikan kepala di bagian tengah frame dengan tepat, kecuali saat
sang aktor kurang lebih melihat melihat langsung ke arah kamera atau menjauh
dari kamera. Umumnya, semakin kepala berpaling ke samping maka semakin
banyak noseroom yang diperbolehkan.
4. Lead
Room atau Lead Space
Yang dimaksud
dengan lead room adalah ruang terbuka yang dilihat oleh aktor dalam
film dan ruang ini berada di depan atau di hadapan aktor. Jika aktor sedang
melihat frame kiri, maka aktor harus ditempatkan pada frame kanan
begitu juga sebalikyan. Hal ini membuat framing atau pembingkaian
menjadi nyaman karena subyek sedang melihat ruang terbuka di depannya.
5. Leading
Lines
Leading lines pada
umumnya adalah garis imajiner yang membentang dari satu obyek ke obyek lain
untuk menarik perhatian khalayak dari fokus obyek utama ke obyek sekunder.
Leading lines menciptakan adanya pergerakan yang menambah energi
gambar.
6. Diagonals
Sebagaimana
halnya leading lines, diagonal juga menarik perhatian khalayak ke arah
yang menciptakan gerakan. Teknik komposisi ini lebih banyak diterapkan dalam
fotografi, namun dalam sinematografi teknik komposisi ini juga merupakan cara
yang bagus untuk menciptakan kinesis.
7. Figure
to ground
Komposisi dalam
sinematografi selanjutnya adalah figure to ground. Komposisi ini berkaitan
erat dengan mata manusia yang cenderung memperhatikan hal-hal yang kontras.
Adanya kontras antara subyek dan latar belakang dapat menciptakan kedalaman dan
dapat membantu khalayak untuk mengarahkan subyek ke dalam ruang.
8. Pattern
and repetition
Komposisi dalam
sinematografi selanjutnya adalah pattern dan repetition.
Komposisi ini terkait dengan ketertarikan manusia pada pola. Dengan menggunakan
pola dan pengulangan, akan menarik perhatian khalayak kepada gambar.
9. Balance
Keseimbangan visual ataupun kekurangseimbangan visual
adalah salah satu bagian penting komposisi dalam sinematografi. Setiap elemen
dalam komposisi visual memiliki bobot visual masing-masing. Elemen-elemen
tersebut dapat diatur ke dalam komposisi yang seimbang maupun komposisi yang
tidak seimbang. Bobot visual sebuah obyek utamanya ditentukan oleh ukuran obyek
dan dipengaruhi oleh posisi obyek tersebut dalam sebuah frame, warna obyek,
serta pergerakan obyek.
10. Frame
within a Frame
Terkadang
komposisi menuntut sebuah frame yang berbeda dari aspek rasio film. Untuk
mengatasinya adalah dengan dengan menggunakan frame within a frame dalam
artian menggunakan elemen-elemen framing dalam mengambil
gambar. Frame within a frame sangat berguna bagi film berformat layar
lebar dan dapat digunakan tidak hanya untuk mengubah aspek rasio pengambilan
gambar tetapi juga untuk memusatkan perhatian pada elemen cerita yang penting.
11. Static
Composition
Kemudian,
komposisi dalam sinematografi berikutnya adalah static composition atau
komposisi statis. Yang dimaksud dengan komposisi statis adalah komposisi yang
mayoritas menggunakan garis horizontal dan garis vertikal. Secara teori, garis
horizontal dan vertikal bersifat menenangkan.
12. Dynamic
Composition
Selain komposisi
statis atau static composition, ada pula yang disebut dengan komposisi
dinamis atau dinamic composition. Komposisi dinamis adalah komposisi yang
memiliki banyak garis diagonal. Dinamisme atau kegembiraan berasal dari fakta
bahwa diagonal agak mengganggu.
13. Deep Space
Composition
Komposisi dalam
sinematografi selanjutnya adalah deep space composition. Yang
dimaksud dengan deep space composition adalah komposisi visual yang
secara total menempatkan informasi atau subyek yang penting pada semua
bagian frame dan menciptakan sebuah ilusi kedalaman .
14. Shot
Composition
Pada umumnya,
dalam sebuah komposisi terbagi menjadi tiga bidang yaitu background atau
latar belakang, middleground atau latar tengah, dan foreground atau
latar depan. Yang dimaksud dengan latar belakang sebuah komposisi adalah bidang
dalam komposisi yang terletak jauh di belakang aktor. Sedangkan, yang dimaksud
dengan latar tengah sebuah komposisi adalah bidang visual yang terletak antara
latar belakang dan latar depan.
Terakhir, yang dimaksud dengan latar depan sebuah
komposisi adalah bidang visual yang tampak paling dekat dengan actor. Skala
komponen ini sering berkorelasi dengan dominasi gambar. Biasanya, latar depan
seringkali paling dominan karena skala obyek gambar yang lebih besar. Namun hal
ini tidaklah mutlak karena terdapat berbagai macam faktor lainnya yang dapat
mengubah dominasi komposisi.
15. Framing
Framing dan
komposisi adalah bagian terpenting dalam sinematografi. Framing adalah
memposisikan kamera berdasarkan adegan yang diputuskan untuk diambil gambarnya.
Sebuah frame dapat berupa frame statis maupun frame bergerak
tergantung pada jenis adegan yang akan diambil gambarnya.
Manfaat
Mempelajari Komposisi dalam Sinematografi :
1.
Mengetahui dan memahami pengertian sinematografi
secara umum.
2.
mengetahui dan memahami beberapa komposisi
dalam sinematografi.
3.
dapat
menerapkannya saat belajar membuat content youtube, film pendek dan untuk
tugas-tugas perkuliahan.
Semoga dengan ulasan artikel tentang tips, dan komposisi
sinematografi ini. Bisa menambahkan ilmu dan pengetahuan kita tentang fotografi
dan videografi.
Terimakasih
Dan semoga Bermanfaat ☺

Biasakan membuat tugas sesuai yang diminta sama Dosen yaa...
BalasHapusSiap buk ... Terimakasih atas saran nya 🙏
BalasHapus